Rabu, 04 Oktober 2017




Mengapa Islam Memuliakan Wanita?

Berbicara tentang wanita tentunya akan berbicara mengenai perannya dalam sebuah keluarga. Dalam beberapa buku, wanita selalu dibicarakan kewajibannya daripada hak yang mesti di dapatkannya, baik kewajiban untuk mengandung, melahirkan sampai merawat anak-anak.
Banyak kelebihan dan keistimewaan yang didapatkan wanita. Sejak empat belas abad yang lalu, Al-Quran telah merekam kejadian Adam dan pendampingnya, Siti Hawa. Penciptaan Siti Hawa bagi nabi Adam a.s. memeliki tujuan dan hikmah yang sangat mendalam. Tujuan penciptaan yang mulia tersebut telah dikotori aib berupa kasus pembunuhan Qabil terhadap Habil. Keduanya adalah putra nabi Adam a.s. dan Siti Hawa.
Walaupun penciptaan Siti Hawa dimulai dari tulang rusuk Adam a.s. bukan berarti wanita harus tundak terhadap seluruh perintah suami. Disebut sebagai ibadah seorang wanita ketika menaati setiap perintah suami adalah bergantung dari nilai perintah tersebut. Perintah tersebut tidak boleh bertentangan dengan ajaran dan nilai agama islam. Oleh karena itu, seorang wanita dengan kesempurnaan akalnya harus mampu memposisikan diri di hadapan sang khalik dan manusia. Tidak dibolehkan mendahulukan kepentingan Allah swt.
Salah satu keistimewaan wanita adalah mampu melahirkan keturunan dalam rahimnya. Ini merupakan anugerah yang luar biasa. Dengan kelebihan tersebut hendaknya wanita mampu mengambil hikmah dan pelajaran. Dengan kemampuan untuk hamil, Allah swt. Ingin mengangkat kaum wanita sebagai pencetak awal generasi islam.
Seorang wanita yang telah melahirkan akan disebut sebagai ibu, dengan segudang kewajiban tambahan dari hanya sebatas ibu rumah tangga, baik bagi anak-anak maupun suami. Kewajiban-kewajiban wanita sebagai seorang ibu, baik di rumah maupun di masyarakat dapat mengantarkannya menjadi kaum yang mulia.
Dalam beberapa ayat disinggung pula bahwa menjadi seorang ibu adalah perbuatan mulia yang sangat disukai-Nya. Diantara sebab seorang wanita atau ibu menjadi mulia di sisi Allah swt. Adalah sebagai berikut:
1.      Kasih sayang seorang ibu tidak terbatas
Apabila kita membandingkan antara ibu dan ayah dalam masalah kasih sayang kepada anak, tentu akan “lebih banyak” dimiliki sang ibu. Hal ini senada dengan kisah ibu Musa dalam Al-Quran, dan menjadi kosonglah hati ibu Musa. Sesungguhnya hampir saja ia menyatakan rahasia tentang Musa, seandainya tidak kami teguhkan hatinya, supaya ia termasuk orang-orang yang percaya (kepada janji Allah) (QS Al-Qashash [28]:10).
Ketika seorang ibu mencurahkan segenap kasih sayangnya kepada anak dan mengarahkannya ke jalan yang diridhai Allah swt. Dengan kasih sayang tersebut, niscaya sang ibu diangkat derajatnya oleh Allah swt.
2.      Iklhas dalam setiap langkah dan perjuangan suami dan perjuangan suami
Ikhlas dalam menjalani rumah tangga menjadi kewajiban bagi sepasang suami istri. Akan tetapi, ketika seorang wanita dituntut untuk lebih ikhlas terhadap semua yang terjadi dalam biduk rumah tangga, hal ini harus disikapi sebagai sebuah dinamika pernikahan.
Wanita mulia di sisi Allah, yaitu mereka yang ketika menerima dan mendapat ujian berat, bersabar dan menerima dengan penuh keyakinan kepada Allah swt.
Dan taatlah kepada Allah swt. Dan rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
3.      Menjaga harta dankehormatan suami
Ketika seorang wanita berumah tangga, kehidupannya akan berubah total. Ia harus bisa melaksanakan dan membedakan antara hak dan kewajiban. Suami pergi setiap hari untuk mencari nafkah bagi keluarga, sedangkan istri tinggal di rumah beserta anak adalah salah satu bagian dari ritme kehidupan rumah tangga.
Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Maka wanita yang saleh ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuz-nya, maka nasihatilah mereka dan pisahkannlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka menaatimu, janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkan-nya. Sesungguhnya Allah Maha tinggi lagi Maha besar .(QS Al-Nisa[4]:34)
Jika wanita selalu berusaha menaati dan melaksanakan seluruh tata cara hidup berumah tangga sesuai dengan nilai-nilai Al-Quran, niscaya Allah akan memberikan kepadanya kehidupan yang tenang dan abadi.
4.      Mendidik anak-anak dengan baik dan terarah
Mendidik dan membimbing anak menjadi tanggung jawab pasangan suami istri. Pengajaran dan pendidikan yang baik merupakan hak anak. Semua ini dapat tercapai jika pasangan suami istri dapat memahami fungsi dan tugasnya tanpa harus saling mengandalkan dalam mengandalkan kewajiban masing-masing bagi kepentingan anak.
Dan (ingatlah) ketika luqman berkata kepada anaknya, pada waktu ia memberikan pelajaran kepadanya, “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah swt. Adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (QS Luqman [31]:13)
Hai anakku, dirikanlah shalat, suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik, cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar, dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah swt.). (QS Luqman [31]:17)
5.      Beriman dan beramal saleh
Dalam hal ini sebenarnya tidak berbeda antara perempuan dan laki-laki. Kewajiban beriman dan beramal saleh tidak mengenal perbedaan gender. Setiap hamba Allah swt.  Memiliki kewajiban tersebut. Seorang wanita yang saleh, menaati setiap perintah-nya, tergolong sebagai wanita yang mulia. Terjaga seluruh sikap dan perbuatannya.
Dalam beberapa ayat yang berbicara tentang kaitan iman dan amal saleh disebutkan, dan barang siapa beriman kepada Allah swt. Dan mengerjakan amal saleh, niscaya Allah akan memasukannya ke surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal  di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya Allah swt. Memberikan rezeki yang baik kepadanya (QS Al-Thalaq[65]:11)
Siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah swt, hari kemudian, dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati (QS Al-Baqarah [2]:62)
Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh ke surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki (QS Al-Hajj[22];14)
Tidak sedikit ayat yang berbicara tentang keutamaan orang-orang yang beriman orang-orang yang beriman kepada Allah swt. Dan beramal saleh selama hidupnya. Selain mendapatkan surga Allah swt. Ia uga akan mendapatkan ampunan serat rahmat-Nya. Wanita yang beriman dan beramal saleh memiliki maqam yang mulia di sisi Allah swt.

Mengapa Islam Memuliakan Wanita? Berbicara tentang wanita tentunya akan berbicara mengenai perannya dalam sebuah keluarga. Dalam b...