Mengapa Islam Memuliakan Wanita?
Berbicara
tentang wanita tentunya akan berbicara mengenai perannya dalam sebuah keluarga.
Dalam beberapa buku, wanita selalu dibicarakan kewajibannya daripada hak yang
mesti di dapatkannya, baik kewajiban untuk mengandung, melahirkan sampai
merawat anak-anak.
Banyak
kelebihan dan keistimewaan yang didapatkan wanita. Sejak empat belas abad yang
lalu, Al-Quran telah merekam kejadian Adam dan pendampingnya, Siti Hawa.
Penciptaan Siti Hawa bagi nabi Adam a.s. memeliki tujuan dan hikmah yang sangat
mendalam. Tujuan penciptaan yang mulia tersebut telah dikotori aib berupa kasus
pembunuhan Qabil terhadap Habil. Keduanya adalah putra nabi Adam a.s. dan Siti
Hawa.
Walaupun
penciptaan Siti Hawa dimulai dari tulang rusuk Adam a.s. bukan berarti wanita
harus tundak terhadap seluruh perintah suami. Disebut sebagai ibadah seorang
wanita ketika menaati setiap perintah suami adalah bergantung dari nilai
perintah tersebut. Perintah tersebut tidak boleh bertentangan dengan ajaran dan
nilai agama islam. Oleh karena itu, seorang wanita dengan kesempurnaan akalnya
harus mampu memposisikan diri di hadapan sang khalik dan manusia. Tidak
dibolehkan mendahulukan kepentingan Allah swt.
Salah
satu keistimewaan wanita adalah mampu melahirkan keturunan dalam rahimnya. Ini
merupakan anugerah yang luar biasa. Dengan kelebihan tersebut hendaknya wanita
mampu mengambil hikmah dan pelajaran. Dengan kemampuan untuk hamil, Allah swt.
Ingin mengangkat kaum wanita sebagai pencetak awal generasi islam.
Seorang
wanita yang telah melahirkan akan disebut sebagai ibu, dengan segudang
kewajiban tambahan dari hanya sebatas ibu rumah tangga, baik bagi anak-anak
maupun suami. Kewajiban-kewajiban wanita sebagai seorang ibu, baik di rumah
maupun di masyarakat dapat mengantarkannya menjadi kaum yang mulia.
Dalam
beberapa ayat disinggung pula bahwa menjadi seorang ibu adalah perbuatan mulia
yang sangat disukai-Nya. Diantara sebab seorang wanita atau ibu menjadi mulia
di sisi Allah swt. Adalah sebagai berikut:
1. Kasih
sayang seorang ibu tidak terbatas
Apabila kita membandingkan antara ibu dan ayah dalam
masalah kasih sayang kepada anak, tentu akan “lebih banyak” dimiliki sang ibu. Hal ini senada dengan kisah ibu Musa dalam
Al-Quran, dan menjadi kosonglah hati ibu Musa. Sesungguhnya hampir saja ia
menyatakan rahasia tentang Musa, seandainya tidak kami teguhkan hatinya, supaya
ia termasuk orang-orang yang percaya (kepada janji Allah) (QS Al-Qashash
[28]:10).
Ketika seorang ibu mencurahkan segenap kasih
sayangnya kepada anak dan mengarahkannya ke jalan yang diridhai Allah swt.
Dengan kasih sayang tersebut, niscaya sang ibu diangkat derajatnya oleh Allah
swt.
2. Iklhas
dalam setiap langkah dan perjuangan suami dan perjuangan suami
Ikhlas dalam menjalani rumah tangga menjadi kewajiban
bagi sepasang suami istri. Akan tetapi, ketika seorang wanita dituntut untuk
lebih ikhlas terhadap semua yang terjadi dalam biduk rumah tangga, hal ini
harus disikapi sebagai sebuah dinamika pernikahan.
Wanita mulia di sisi Allah, yaitu mereka yang ketika
menerima dan mendapat ujian berat, bersabar dan menerima dengan penuh keyakinan
kepada Allah swt.
Dan
taatlah kepada Allah swt. Dan rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan,
yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah.
Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
3. Menjaga
harta dankehormatan suami
Ketika seorang wanita berumah tangga, kehidupannya
akan berubah total. Ia harus bisa melaksanakan dan membedakan antara hak dan
kewajiban. Suami pergi setiap hari untuk mencari nafkah bagi keluarga,
sedangkan istri tinggal di rumah beserta anak adalah salah satu bagian dari
ritme kehidupan rumah tangga.
Kaum laki-laki
itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, karena Allah telah melebihkan sebagian
mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Maka wanita
yang saleh ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya
tidak ada, karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu
khawatirkan nusyuz-nya, maka nasihatilah mereka dan pisahkannlah mereka di
tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka menaatimu,
janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkan-nya. Sesungguhnya Allah
Maha tinggi lagi Maha besar .(QS Al-Nisa[4]:34)
Jika wanita selalu berusaha menaati dan melaksanakan
seluruh tata cara hidup berumah tangga sesuai dengan nilai-nilai Al-Quran,
niscaya Allah akan memberikan kepadanya kehidupan yang tenang dan abadi.
4. Mendidik
anak-anak dengan baik dan terarah
Mendidik dan membimbing anak menjadi tanggung jawab
pasangan suami istri. Pengajaran dan pendidikan yang baik merupakan hak anak.
Semua ini dapat tercapai jika pasangan suami istri dapat memahami fungsi dan
tugasnya tanpa harus saling mengandalkan dalam mengandalkan kewajiban
masing-masing bagi kepentingan anak.
Dan (ingatlah)
ketika luqman berkata kepada anaknya, pada waktu ia memberikan pelajaran
kepadanya, “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah swt. Adalah
benar-benar kezaliman yang besar.” (QS Luqman [31]:13)
Hai anakku, dirikanlah shalat,
suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik, cegahlah (mereka) dari perbuatan yang
mungkar, dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang
demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah swt.).
(QS Luqman [31]:17)
5. Beriman
dan beramal saleh
Dalam hal ini sebenarnya tidak berbeda antara
perempuan dan laki-laki. Kewajiban beriman dan beramal saleh tidak mengenal
perbedaan gender. Setiap hamba Allah swt.
Memiliki kewajiban tersebut. Seorang wanita yang saleh, menaati setiap
perintah-nya, tergolong sebagai wanita yang mulia. Terjaga seluruh sikap dan
perbuatannya.
Dalam beberapa
ayat yang berbicara tentang kaitan iman dan amal saleh disebutkan, dan barang
siapa beriman kepada Allah swt. Dan mengerjakan amal saleh, niscaya Allah akan
memasukannya ke surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka
kekal di dalamnya selama-lamanya.
Sesungguhnya Allah swt. Memberikan rezeki yang baik kepadanya (QS
Al-Thalaq[65]:11)
Siapa saja di
antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah swt, hari kemudian, dan
beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, dan tidak (pula)
mereka bersedih hati (QS Al-Baqarah [2]:62)
Sesungguhnya
Allah memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh ke
surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Sesungguhnya Allah berbuat
apa yang Dia kehendaki (QS Al-Hajj[22];14)
Tidak sedikit ayat yang berbicara tentang keutamaan
orang-orang yang beriman orang-orang yang beriman kepada Allah swt. Dan beramal
saleh selama hidupnya. Selain mendapatkan surga Allah swt. Ia uga akan
mendapatkan ampunan serat rahmat-Nya. Wanita yang beriman dan beramal saleh
memiliki maqam yang mulia di sisi Allah swt.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar